Kamis, 18 Desember 2014

Hakekat Muslimah

Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin
sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju
ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung
besarmu hanya akan di jadikan sebagai
identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar
akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan,
jangan sampai ya ukhti……….
Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa
menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri
anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah
aib saudaramu, teman dekatmu bahkan
keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah
kebiasaan buruk seorang perempuan selalu
terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-
ocehan kecil sudah membekas semua aib
keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman
dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai
ya ukhti……….
Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut
sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah
kelembutan suara anti sama dengan lembutnya
kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak
jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang
yang menginginkan kelembutan dan kasih
sayangmu?
Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin
selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju
yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika
melihat penderitaan orang lain, akankah selembut
itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras
batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan
orang lain?
Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin
dengan shalat malammu, mungkinkah malam-
malammu di lewati dengan rasa rindu menuju
tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di
temani dengan butiran-butiran air mata yang
jatuh ke tempat sujudmu serta lantunan tilawah
yang tak henti-hentinya berucap membuat setan
terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya,
malammu selalu di selimuti dengan tebalnya
selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-
mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat
subuh.
Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa,
mencerdaskan sesama saudaramu dan
keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut
bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang
anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama
sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu
bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya
begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang
yang sangat mengerikan yaitu maksiat?
Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin
kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari
bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan
ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun
kedepan anti masih terlihat cantik?
Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke
bumi tidak menjamin sama dengan tundukan
semangatmu untuk berani menundukan musuh-
musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti
hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai
musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus
dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.
Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa
tidak menjamin dapat menggetarkan hati
saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti
perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak
teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri
belum merasakan manisnya islam dan iman.
Mereka belum merasakan apa yang anti rasakan,
bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar
bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-
hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama
apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya
hidup dalam kemulyaan islam?
Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin
setebal imanmu pada Sang Kholikmu, anti adalah
salah satu sasaran setan durjana yang selalu
mengintai dari semua penjuru mulai dari depan
belakang atas bawah semua setan mengintaimu,
imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman,
tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik
oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di
jaga olehmu, banyak cara yang harus anti
lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling
kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari
sekarang, kapan lagi coba….
Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih
hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan
keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara
dari berbagai penyakit yang merugikan seperti
riya dan ujub? Pernahkah anti membanggakan diri
ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan
merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif,
bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-
rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu,
lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya
cintamu??
Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin
infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti
kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih
terliat kosong dan menghawatirkan? Tidakkah
anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan
kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan
paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di
beri rizki sepelit itu?
Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin
puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan ,
kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang
semangat fisik begitu bergelora untuk di
laksanakan, tapi semangat ruhani tanpa di sadari
turun drastis, puasa yaummul bidh pun
terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di
rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah
itukah hati anti? Makanan fisik yang anti pikirkan
dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan,
kita tidak pernah memikirkan bagaimana
akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.
Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin
semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu,
kadang sikap ketusmu terlalu banyak
mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti
lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui
sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu
terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu
kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati
terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak
memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan
dakwah, kita semua memerlukan dakwah!!!
Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin
keistiqomahan seperti Rasulullah sebagai
panutanmu,
Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin
seramah sikapmu terhadap Sang Kholikmu.
Masihkah anti senang bermanjaan dengan
tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat
malammu?
Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai
merekah dan mewangi, akankah nama harummu
di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah
anti ketika sang ikhwan akan segara
menghampirimu?
Ukhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang
masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat
yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi
siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di
pelaminan hijaumu!
Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-
satunya jaminan akan sukses masuk dalam Surga
Rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan
parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika
iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan
terbukti dalam hidup sehari-harimu.
Ukhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah
terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan
sikap anti yang di lakukan siang hari, atau
bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas
lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak
ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan
sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja
dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah,
kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai
moment untuk perbaikan diri? Bukankah akhwat
yang baik hanya akan mendapatkan ikhwan yang
baik?
Ukhti…pernahkah anti bercita-cita ingin
mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah
yang manis, badan yang kekar, dengan langkah
tegap dan pasti? Bukankah apa yang anti pikirkan
sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin
mencari istri yang solehah? Kenapa tidak dari
sekarang anti mempersiapkan diri menjadi
seorang yang solehah???
Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih
ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap
pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama
nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan
mengeraskan hati sampai lupa waktu? Lupa
Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang
birrul walidain? Kalau memang itu terjadi jadi
sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat
gelar akhwat solehah???
Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi
pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti
menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya
anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian
orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat
yang lain? Kadang orang lain akan mempunyai
persepsi di sama ratakan antara akhwat yang
satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti
sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka
akan merusak citra akhwat yang lain!
Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang,
karena yakinlah preman sekalipun, bahkan
brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang
akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan
istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi
istri solehah yang selalu di damba-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar